Dejan Lovren Tampil di Film Perang

Pemain andalan Liverpool dalam menjaga lini pertahaan Dejan Lovren menguji dirinya dalam dunia akting dengan menjadi bintang utama dalam sebuah film dokumenter yang memiliki tema mengenai perang saudara.

Lovren: My Life as a Refugee

Dejan Lovren tampil di film dokumenter berjudul Lovren: My Life as a Refugee

Film dokumenter tersebut berjudul ‘Lovren: My Life as a Refugee‘, dimana menceritakan sosok Lovren dimasa kecilnya ketika terjadi pertempuran antara saudara di Bosnia yang terjadi pada tahun 1992 hingga 1995 lalu.

Meskipun pemain berposisi sebagai bek sentral itu merupakan warga kelahiran negara Republik Yugoslavia, namun tetapi dirinya bersama keluarga memutuskan untuk meninggalkan tanah kelahirannya tersebut, lantaran terjadi perang saudara. Ketika itu, Lovren masih berusia tiga tahun.

Dalam video trailer film ini, Lovren mengungkapkan bahwa dirinya masih mengingat bagaimana situasi di perang saudara kala itu. “Saya melihat video sekarang ini, terasa ingatan itu kembali muncul di benak pikiran saya,”

“Saya tumbuh dan berkembang di kota bernama Kraljeva Sutjeska, itu adalah sebuah kenyataan. Sejujurnya, keluarga saya dapat dikatakan telah hidup dengan memiliki semuanya. Namun, perang yang tidak semua harapkan terjadi,”

“Orang tua saya, terlebih ibu mengatakan kepada saya bahwa jangan diceritakan hal ini kepada mereka. Namun saya mengatakan sebaliknya, bahwa saya akan memberitahukan segala yang terjadi ke mereka,” ungkap Lovren.

Video trailer film ‘Lovren: My Life as a Refugee’ telah di rilis secara resmi oleh pihak Liverpool melalui akun sosial media Twitter. Film dokumenter ini juga dapat disaksikan secara gratis di kanal LFC TV.

Lovren Peduli Dengan Para Pengungsi Perang

Dejan Lovren yang telah memiliki pengalaman pribadi menjadi seorang korban pengungsian akibat perang, mengungkapkan bahwa seluruh korban yang terkena imbas akan peperangan harus mendapatkan perhatian khusus dan berhak memperoleh kesempatan yang sama dengan orang lain.

Dejan Lovren

Dejan Lovren pernah menjadi seorang korban pengungsian akibat perang

Pemain berusia 27 tahun ini bersama keluarganya pernah menjadi korban pengungsian perang Bosnia yang terjadi pada tahun 1992 hingga 1995 silam. Ia terpaksa harus meninggalkan rumahnya, lantaran keselamatannya terancam.

Saat ini, sejumlah perang kembali terjadi di beberapa wilayah di dunia, terlebih di kawasan Asia, termasuk negara Suriah. Akibatnya, banyak para masyarakat yang harus mengungsi ketempat yang lebih aman. Tidak sedikit para pengungsi melarikan diri ke berbagai wilayah Eropa.

Lovren memberikan dukungan moral melalui film dokumenter yang dibintangi oleh dirinya sendiri. Ia mengungkapkan bahwa seluruh masyarakat di dunia harus memiliki rasa empati dan simpati untuk membantu para korban perang.

“Saya memahami bahwa setiap orang ingin melindungi diri mereka sendiri. Namun, mereka yang tidak memiliki rumah, bukanlah salah mereka. Semua orang juga ingin berjuang, tidak terkecuali mereka yang memperjuangkan hak hidup mereka dan keselamatan para putra-putrinya. Mereka ingin memiliki tempat yang aman dan nyaman untuk masa depan anak-anak mereka,”

“Saya pernah berada di situasi mereka dan saya juga telah melewati beberapa situasi selanjutnya yang akan dirasakan oleh mereka. Jadi, berilah mereka kesempatan. Nanti, Anda akan mengetahui siapa orang yang baik hati dan mana yang bukan,” tutup pemain yang membela tim Nasional Kroasia.

Lovren Optimis Dunia Akan Membaik

Lovren yang pernah menjadi korban perang memiliki keyakinan bahwa dunia akan menjadi lebih baik suatu saat nanti. Pemain andalan Liverpool tersebut menjadi pengungsi akibat perang saudara Bosnia pada tahun 1990-an.

Dejan Lovren

Dejan Lovren yakin dunia akan membaik

“Saya merasa yakin bahwa dunia akan semakin membaik kedepannya. Tentu, untuk mewujudkan hal tersebut, kita harus peduli satu sama lain,” ujar pemain berusia 27 tahun.